Rabu, 23 September 2026

Tim Pengabdian USU Tingkatkan Kapasitas dan Penyusunan Peraturan Desa di Buluh Telang

Administrator - Kamis, 18 Juli 2024 19:13 WIB
Tim Pengabdian USU Tingkatkan Kapasitas dan Penyusunan Peraturan Desa di Buluh Telang
TOPIKSERU.COM, LANGKAT - Tim pengabdian masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU), menggelar pengabdian di Desa Buluh Telang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, pada Jumat (31/5) lalu. Dosen Vokasi USU Muhammad Husni Thamrin M.Si, M, memimpin tim pengabdian yang beranggotakan dosen Administrasi Publik Imanuddin Kandias Saraan S.Sos., M.A.P., dan dosen Ilmu Politik Faiz Albar Nasution, S.I.P., M.Sos. Faiz Albar mengatakan pada kegiatan tersebut tim pengabdian USU melakukan penguatan kapasitas dan penyusunan peraturan desa yang berpihak kepada masyarakat. "Kegiatan ini memberikan pemahaman pentingnya peraturan desa yang berpihak secara responsif terhadap permasalahan masyarakat, termasuk cara menyusunnya," kata Faiz, Kamis, (18/7). Selain itu Faiz Albar juga menyebutkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi isu-isu utama di Desa Buluh Telang dan merumuskan solusi yang terintegrasi dalam peraturan desa. "Harapan kami dari kegiatan ini masyarakat, khususnya di Desa Buluh Telang, mampu merumuskan peraturan yang inklusif, transparan, dan partisipatif," ucap Faiz. Pada gilirannya, lanjut dosen muda USU ini, peraturan yang lahir mencerminkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kata Faiz, dampaknya mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup di desa. Faiz mengatakan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut, pihaknya berhasil mengidentifikasi berbagai tantangan yang ada di Desa Buluh Telang. Beberapa tantangan tersebut, misalnya, rendahnya partisipasi masyarakat dan kurangnya pengetahuan aparatur desa dalam menyusun peraturan yang efektif. "Harapan kami hasil dari pengabdian ini menjadi model bagi desa-desa lain dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan," pungkasnya.(Zei/topikseru.com)
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Enam Daerah di Sumut Diterjang Banjir, Langkat Terdampak Paling Parah
Realisasi PAD Langkat Baru 22,14 Persen hingga Juli 2026, Pajak Daerah Jadi Penyumbang Terbesar
Banjir Bandang Terjang Desa Pekubuan Langkat, Warga Mengungsi di Aula Tanpa Dinding: “Kami Tidur Tanpa Alas”
Nelayan di Langkat Menjerit Tak Bisa Melaut: Harga LPG Subsidi Tembus Rp 50 Ribu dan Pertalite Rp 15 Ribu Per Liter
Dua Desa di Langkat Terisolasi Akibat Banjir Bandang, Warga Krisis Logistik dan Energi
Rutan Pangkalan Berandan Terendam Banjir, 433 Narapidana Direlokasi ke UPT Lain