Rabu, 23 September 2026

Bea Cukai Ungkap Pergeseran Jalur Narkotika ke Bandara Silangit, Pengawasan Kualanamu Makin Ketat

Muchlis - Selasa, 17 Maret 2026 23:19 WIB
Bea Cukai Ungkap Pergeseran Jalur Narkotika ke Bandara Silangit, Pengawasan Kualanamu Makin Ketat
Bandara Silangit narkotika
Topikseru.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mengungkap adanya pergeseran jalur masuk narkotika ke Indonesia, dengan Bandara Internasional Silangit kini mulai dimanfaatkan sebagai pintu masuk baru. Perubahan pola ini terjadi seiring meningkatnya pengawasan di Bandara Internasional Kualanamu yang selama ini menjadi salah satu jalur utama penyelundupan narkotika.

Pergeseran Jalur Narkotika Terdeteksi

Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Syarif Hidayat, mengatakan bahwa jaringan penyelundup mulai mencari celah baru untuk menghindari pengawasan aparat. "Selama ini narkotika banyak masuk melalui Kualanamu atau bandara lain seperti Aceh dan Pekanbaru. Sekarang mulai bergeser ke Silangit," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/3/2026). Indikasi tersebut diperkuat dari pengungkapan sembilan kasus narkotika terbaru oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), di mana sebagian besar pengiriman berasal dari luar negeri melalui Bandara Silangit.

Puluhan Kilogram Narkotika Dimusnahkan

Dalam pengungkapan tersebut, BNN mencatat:
  • 34,21 kilogram narkotika dimusnahkan
  • 13 tersangka diamankan
Penindakan ini merupakan hasil kerja sama antara BNN dan Bea Cukai melalui pengawasan ketat terhadap barang kiriman internasional. Pengawasan dilakukan melalui berbagai jalur, antara lain:
  • Layanan pos
  • Jasa titipan
  • Kurir udara (“kurir terbang”)
  • Jalur laut

Tantangan Pengawasan di Wilayah Luas

Syarif mengakui bahwa pengawasan terhadap masuknya narkotika tidak selalu mudah, terutama mengingat luasnya wilayah Indonesia, khususnya garis pantai yang menjadi salah satu jalur rawan penyelundupan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Bea Cukai akan terus memperkuat pengawasan di seluruh titik masuk, termasuk bandara-bandara alternatif.

Peran Bea Cukai sebagai Pelindung Masyarakat

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi community protector, Bea Cukai bertugas melindungi masyarakat dari masuknya barang berbahaya, termasuk narkotika dan zat terlarang lainnya. "Ini merupakan tugas kami untuk melindungi masyarakat dari masuknya narkotika, psikotropika, dan prekursor dari luar negeri," kata Syarif.

Pengawasan Diperketat di Semua Pintu Masuk

Dengan terdeteksinya pergeseran jalur ini, aparat berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada bandara utama, tetapi juga memperketat pengawasan di titik-titik alternatif seperti Bandara Silangit. Langkah ini diharapkan dapat menutup celah penyelundupan sekaligus memperkuat upaya pemberantasan narkotika di Indonesia.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Diplomasi Lintas Lembaga Berhasil Pulangkan 13 Nelayan Aceh dari Thailand
Super Air Jet Buka Rute Kualanamu–Bandung, Akses Konektivitas Terusan ke Bali Makin Mudah
Keterangan Tak Sinkron, Imigrasi Kualanamu Tolak Masuk WN Pakistan
KPK Benarkan Ruangan Dirjen Bea Cukai Sempat Disegel, Segel Hilang Sebelum Digeledah
Ruang Udara Aman, Penerbangan Kualanamu ke Jakarta dan Bandung Kembali Beroperasi
Imbas Erupsi Anak Krakatau: 49 Penerbangan Kualanamu Dibatalkan, Bandara Beroperasi Normal