Rabu, 23 September 2026

Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Perairan Sumut, Ini Wilayahnya

Muchlis - Selasa, 18 Agustus 2026 00:52 WIB
Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Perairan Sumut, Ini Wilayahnya
Gelombang tinggi hingga 4 meter berpotensi terjadi di perairan Sumatera Utara
Topikseru.com, Medan - Aktivitas pelayaran di sejumlah perairan Sumatera Utara perlu mendapat perhatian serius dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gelombang tinggi hingga 4 meter berpotensi terjadi pada 18-20 Agustus 2026. Kondisi tersebut dipicu oleh angin kencang yang melanda wilayah perairan Sumatera bagian utara. BMKG meminta nelayan dan pengguna jasa transportasi laut menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, mengatakan gelombang tertinggi berpotensi terjadi di kawasan perairan yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Gelombang 4 Meter Mengintai Sejumlah Perairan

Dasmian menjelaskan, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi menerjang:
  • Perairan Barat Kepulauan Nias
  • Perairan Barat Kepulauan Batu
  • Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias
Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah tersebut meliputi Perairan Barat Sumatera Utara, Perairan Kepulauan Batu, dan Perairan Timur Kepulauan Nias. Kondisi ini perlu diantisipasi karena gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan nelayan maupun kapal yang beroperasi di wilayah perairan Sumatera Utara.

Angin hingga 20 Knot

Selain gelombang tinggi, BMKG Sumatera Utara mencatat pola angin di wilayah Sumatera bagian utara secara umum bergerak dari arah tenggara hingga barat daya. Kecepatannya diperkirakan berada pada kisaran 8-20 knot. Angin tersebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan. Karena itu, masyarakat yang hendak melakukan aktivitas di laut diminta tidak hanya memperhatikan kondisi gelombang, tetapi juga kecepatan angin sebelum berangkat.

Nelayan Perahu Diminta Lebih Hati-hati

BMKG memberikan sejumlah batas kewaspadaan berdasarkan jenis kapal. Bagi nelayan yang menggunakan perahu, kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keselamatan, terutama bagi perahu berukuran kecil yang lebih mudah terpengaruh oleh angin dan gelombang. Sementara itu, kapal tongkang diminta meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter. Adapun kapal feri perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Perairan Nias Jadi Salah Satu Wilayah yang Perlu Diwaspadai

Dengan potensi gelombang mencapai 4 meter, kawasan barat Kepulauan Nias dan Kepulauan Batu menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih. Masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut di Sumatera Utara disarankan memperhatikan informasi cuaca dan gelombang terbaru sebelum melakukan pelayaran. Peringatan ini terutama penting bagi kapal-kapal berukuran kecil yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi ketika menghadapi angin kencang dan gelombang besar. Potensi gelombang tinggi di perairan Sumatera Utara pada 18-20 Agustus 2026 menjadi pengingat bahwa kondisi laut dapat berubah dan perlu diantisipasi sejak sebelum aktivitas pelayaran dimulai.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
BMKG: Hujan Guyur Sumut Senin 14 September, Waspada Banjir dan Longsor
Cuaca Ekstrem Intai Medan dan Sumut Sepekan, BPBD Siagakan 60 Personel TRC
Prabowo Ingin Leburkan BMKG dan Badan Geologi, Puan Maharani Beri Catatan Penting
BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai Sumut Sepekan ke Depan, Medan hingga Nias Wajib Waspada