Topikseru.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat penanganan warga yang terdampak erupsi Gunung Sinabung. Selain memastikan proses evakuasi berjalan, pemerintah menaruh perhatian pada kondisi tempat pengungsian agar warga tidak terdorong kembali ke rumah sebelum situasi dinyatakan aman.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengatakan kebutuhan dasar warga Karo yang mengungsi harus dipenuhi selama mereka berada di lokasi penampungan.
Hal itu disampaikan Bobby saat meninjau pengungsi di Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Selasa.
Menurut Bobby, kenyamanan pengungsi menjadi bagian penting dalam penanganan darurat. Fasilitas dasar seperti tempat tidur, air bersih, toilet, penerangan hingga makanan harus tersedia dengan layak.
"Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga terus memperkuat penanganan darurat, terutama warga di zona merah aktivitas Gunung Sinabung," kata Bobby.
Ratusan Warga Kuta Tengah Dievakuasi
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian pemerintah adalah Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat.
Sekitar 280 warga dari total lebih dari 600 penduduk desa tersebut telah dievakuasi menuju Posko Pengungsian Suka Tepu.
Pemindahan warga dilakukan sebagai langkah antisipasi setelah aktivitas vulkanik Gunung Sinabung meningkat dan statusnya dinaikkan menjadi Level III atau Siaga.
Bobby meminta masyarakat yang telah berada di pengungsian tidak terburu-buru kembali ke rumah.
Menurut dia, kepulangan warga harus menunggu instruksi resmi dari pemerintah setelah kondisi wilayah dinyatakan aman.
"Kami mengimbau masyarakat tetap bersabar, dan tidak kembali ke rumah sebelum ada instruksi resmi dari pemerintah mengenai keamanan wilayah," ujar Bobby.
Pemprov Sumut Benahi Fasilitas Pengungsian
Pemerintah tidak hanya memindahkan warga ke tempat yang lebih aman, tetapi juga berupaya membuat lokasi pengungsian tetap layak ditempati.
Bobby mengatakan fasilitas tidur menjadi salah satu kebutuhan yang diperiksa. Pemprov Sumut memastikan ketersediaan tikar dan selimut bagi pengungsi.
Kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian, termasuk kondisi toilet dan sarana sanitasi.
Penerangan di sekitar lokasi pengungsian akan ditambah apabila masih dianggap kurang. Kebersihan fasilitas umum juga terus ditingkatkan untuk menjaga kenyamanan warga selama berada di pengungsian.
"Kita pastikan, baik fasilitas tempat mereka tidur, air, toilet, dan juga makannya," ujar Bobby.
Pasokan makanan dan minuman juga dipastikan tersedia. Armada pendukung disiapkan untuk membantu distribusi kebutuhan pokok kepada warga terdampak.
Anak-anak Pengungsi Disiapkan Bus Sekolah
Dampak erupsi Gunung Sinabung tidak hanya menyangkut kebutuhan sehari-hari warga. Aktivitas pendidikan anak-anak yang terdampak juga menjadi perhatian pemerintah.
Bobby mengatakan Pemprov Sumut akan menyiapkan bus untuk mengangkut anak-anak sekolah yang tinggal di lokasi pengungsian.
Langkah tersebut diharapkan membuat aktivitas pendidikan tetap berjalan meskipun sebagian warga harus meninggalkan rumah untuk sementara waktu.
Dengan demikian, proses evakuasi akibat erupsi Gunung Sinabung tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas belajar anak-anak.
TNI-Polri Diminta Jaga Ladang dan Ternak
Salah satu kekhawatiran warga ketika meninggalkan rumah adalah kondisi harta benda, lahan pertanian dan hewan ternak yang ditinggalkan.
Karena itu, Bobby meminta personel TNI dan Polri ikut disiagakan untuk membantu menjaga wilayah serta aset masyarakat selama proses pengungsian berlangsung.
Menurutnya, jaminan keamanan tersebut penting agar warga dapat berkonsentrasi menjalani masa evakuasi tanpa terus memikirkan kondisi rumah dan ternaknya.
Langkah ini sekaligus diharapkan mencegah warga nekat kembali ke kawasan yang masih berada dalam zona bahaya Gunung Sinabung hanya untuk mengecek harta benda.
Aktivitas Gunung Sinabung Masih Level III Siaga
[caption id="attachment_54905" align="alignnone" width="718"]

Erupsi Gunung Sinabung membuat warga Karo dievakuasi.[/caption]
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena aktivitas Gunung Sinabung masih berada pada Level III (Siaga).
Menurut Armen, pengosongan permukiman di wilayah yang masuk zona bahaya merupakan bagian dari mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Sinabung masih dilakukan secara ketat oleh petugas.
Evaluasi status gunung api akan mempertimbangkan perkembangan aktivitas vulkanik. Penurunan status menuju Level II atau Waspada baru dapat direkomendasikan apabila kondisi dinilai telah memenuhi persyaratan keselamatan.
"Pemantauan secara ketat terus dilakukan sebelum evaluasi penyesuaian status ke Level II (Waspada) dapat direkomendasikan," kata Armen.
Warga Diminta Tak Kembali Sebelum Ada Instruksi
Pemerintah mengingatkan warga Karo yang berada di lokasi pengungsian untuk mengikuti seluruh arahan petugas.
Kondisi Gunung Sinabung yang masih berstatus Siaga membuat masyarakat di zona bahaya diminta tidak mengambil keputusan sendiri untuk kembali ke permukiman.
Pemprov Sumut bersama pemerintah Kabupaten Karo dan unsur terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan pengungsi sekaligus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.
Bagi pemerintah, keberhasilan penanganan erupsi bukan hanya soal memindahkan warga dari zona merah, tetapi juga memastikan mereka dapat bertahan di pengungsian dalam kondisi aman dan layak hingga situasi benar-benar memungkinkan untuk kembali.
Berita Terkait