Minggu, 08 November 2026

Petani Sumut Panen Raya, Bulog Serap 42,9 Ribu Ton Gabah Penguat Stok Pangan

Muchlis - Senin, 07 September 2026 08:08 WIB
Petani Sumut Panen Raya, Bulog Serap 42,9 Ribu Ton Gabah Penguat Stok Pangan
Petani di Sumatera Utara memanen padi di sawah untuk disalurkan ke gudang penyerap Perum Bulog.
Topikseru.com - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara terus (Bulog Sumut) memacu penyerapan hasil panen domestik guna memperkokoh struktur ketahanan pangan regional. Terhitung sejak Januari hingga 5 September 2026, BUMN logistik pangan ini berhasil menjaring 42.900 ton gabah kering atau setara dengan 21.450 ton beras murni dari tingkat petani lokal. Langkah masif ini dirancang untuk memaksimalkan pasokan beras nasional dari basis produksi lokal, sekaligus membendung potensi gejolak harga pangan di tingkat konsumen.

Ekspansi Penyerapan di Sentra Panen Raya

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengonfirmasi bahwa realisasi penyerapan tersebut disokong oleh panen dari berbagai kabupaten penyangga pangan utama di Sumatera Utara, seperti Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Batu Bara, Simalungun, hingga Tapanuli Utara. Pertumbuhan angka penyerapan diproyeksikan bakal terakselerasi lebih kencang sepanjang September 2026, seiring meluasnya titik panen raya di daerah Asahan, Kota Padangsidimpuan, hingga Kota Tebing Tinggi. "Pada September ini memang sudah memasuki masa panen di sejumlah daerah sehingga dapat memperkuat cadangan pangan," jelas Budi dalam keterangannya di Medan, Minggu (6/9/2026).

Jaminan HPP dan Penguatan Cadangan Beras Pemerintah

Sebagai garda terdepan stabilisasi harga, Bulog mengeksekusi aksi beli langsung ke tingkat gabungan kelompok tani (gapoktan) dengan mengacu pada ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp 6.500 per kilogram untuk gabah. Aksi penyerapan gabah Bulog Sumut ini memiliki peran ganda yang strategis. Selain mengamankan tingkat pendapatan petani dari risiko anjloknya harga saat panen raya, komoditas beras yang terkumpul akan langsung dikonversi menjadi Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Stok CBP tersebut disiagakan untuk membiayai berbagai penugasan krusial negara, termasuk intervensi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penyaluran bantuan sosial pangan, hingga pemenuhan logistik darurat bencana alam di seluruh pelosok Sumatera Utara.

Sumber
:
Berita Terkait
Harga Beras Nasional 31 Oktober 2026: Beras Medium Rp16.450 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya
Bareskrim Bongkar Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label di Deli Serdang
Beras SPHP Diduga Dioplos, Bulog Bongkar Jejak Pesanan RPK: Terlacak dari CCTV hingga Klik SPHP
Beras SPHP Diduga Dioplos Jadi Beras Premium, Konsumen Rugi hingga Rp4.500 per Kilogram
Mentan Amran Bongkar Dugaan Oplosan 600 Ton Beras SPHP, Mafia Pangan Diburu!
Produksi Beras Susut 2,90 Persen, Akankah Harga Beras Makin Mahal?