Rabu, 21 Oktober 2026

Mengulik Titik Kemacetan Medan, Apa Penyebab dan Kapan Lalu Lintas Paling Padat?

Rizky Aisyah - Selasa, 20 Oktober 2026 12:14 WIB
Mengulik Titik Kemacetan Medan, Apa Penyebab dan Kapan Lalu Lintas Paling Padat?
Internet
Kemacetan masih menjadi persoalan lalu lintas di Kota Medan. Sejumlah titik seperti Simpang Pos, Jalan Jamin Ginting, Gatot Subroto, hingga Sisingamangaraja kerap menjadi perhatian.

Topikseru.com - Kemacetan menjadi salah satu persoalan lalu lintas yang kerap dihadapi masyarakat Kota Medan. Kepadatan kendaraan di jalan utama dapat membuat waktu perjalanan bertambah, terutama ketika warga berangkat bekerja, mengantar anak ke sekolah, atau pulang beraktivitas pada sore hari.

Namun, kemacetan tidak terjadi secara merata di seluruh kota. Ada ruas jalan dan persimpangan yang mengalami tekanan lalu lintas lebih tinggi karena menjadi jalur pergerakan kendaraan sekaligus berada di sekitar pusat kegiatan masyarakat.

Sejumlah lokasi yang pernah disorot terkait kepadatan lalu lintas di Medan antara lain Jalan Jamin Ginting, Jalan Dr. Mansyur, kawasan Simpang Pos, Jalan Gatot Subroto, Jalan Sisingamangaraja, serta kawasan Lapangan Merdeka.

Baca Juga:

Lantas, kapan lalu lintas Medan paling padat dan apa saja faktor yang memengaruhinya?

Pagi Hari Menjadi Salah Satu Waktu Rawan Kemacetan

Penelitian mengenai pemetaan kemacetan di Kota Medan yang tersimpan di repositori Universitas Negeri Medan menemukan tingkat kemacetan tinggi pada pagi hari kerja di ruas Jalan Jamin Ginting–Dr. Mansyur, khususnya dari arah tenggara.

Penelitian tersebut menggunakan pemetaan sistem informasi geografis untuk melihat sebaran kemacetan dan faktor yang memengaruhinya.

Temuan ini berkaitan dengan pola aktivitas masyarakat pada hari kerja. Pada pagi hari, kendaraan bergerak menuju kawasan perkantoran, sekolah, kampus, dan pusat kegiatan lainnya.

Sementara itu, kepadatan pada sore hari juga perlu diperhatikan karena masyarakat mulai melakukan perjalanan pulang. Meski demikian, tingkat kepadatan setiap ruas jalan dapat berbeda sesuai hari, kondisi cuaca, aktivitas di sekitar jalan, dan situasi lalu lintas saat itu.

Karena itu, jam sibuk tidak selalu berarti seluruh jalan di Medan mengalami kemacetan dengan tingkat yang sama.

Simpang Pos hingga Jalan Jamin Ginting

Kawasan Simpang Pos dan Jalan Jamin Ginting menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk ditelusuri dalam pembahasan kemacetan Medan.

Pada Maret 2026, pemberitaan mengenai kondisi Simpang Pos menyoroti kepadatan di sepanjang Jalan Jamin Ginting, termasuk aktivitas loket atau pool bus antarkota yang kembali menjadi perhatian.

Kawasan ini menjadi jalur pergerakan kendaraan dari dan menuju wilayah Padang Bulan serta kawasan lain di sekitar Medan. Aktivitas kendaraan yang keluar-masuk area tertentu dapat menambah interaksi lalu lintas di tepi jalan.

Namun, keberadaan loket atau pool bus tidak dapat langsung dianggap sebagai satu-satunya penyebab kemacetan. Penilaian tersebut perlu mempertimbangkan volume kendaraan, kapasitas jalan, aktivitas naik-turun penumpang, serta kondisi persimpangan.

Jalan Gatot Subroto dan Sisingamangaraja

Jalan Gatot Subroto dan Jalan Sisingamangaraja juga termasuk ruas utama yang mendapat perhatian dalam pengelolaan lalu lintas Kota Medan.

Dalam rapat koordinasi manajemen lalu lintas pada April 2026, Dinas Perhubungan Kota Medan membahas pengaturan arus menjelang sejumlah hari besar nasional. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kepadatan dapat meningkat di ruas jalan utama tersebut, termasuk kawasan Lapangan Merdeka.

Kepadatan pada momen tertentu bisa dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, kegiatan berskala besar, serta perubahan arus kendaraan.

Artinya, kondisi macet di suatu jalan tidak selalu menunjukkan persoalan yang sama setiap hari. Kemacetan rutin pada jam sibuk perlu dibedakan dari kepadatan sementara akibat acara, pekerjaan jalan, atau pengaturan lalu lintas.

Apa yang Menyebabkan Kemacetan di Medan?

Penelitian pemetaan kemacetan di Kota Medan mengidentifikasi beberapa faktor yang berkaitan dengan kepadatan lalu lintas, yaitu volume kendaraan yang tinggi, kapasitas jalan yang tidak memadai, tingginya beban pelayanan jalan, serta kelengkapan rambu lalu lintas.

Di lapangan, aktivitas kendaraan yang berhenti atau keluar-masuk area di sepanjang jalan juga dapat memengaruhi kelancaran arus.

Ketika jumlah kendaraan yang melintas mendekati atau melampaui kemampuan jalan menampungnya, pergerakan kendaraan menjadi lebih lambat. Kondisi tersebut dapat semakin terasa di persimpangan ketika kendaraan dari beberapa arah harus berbagi ruang jalan.

Karena itu, penyebab kemacetan perlu dilihat berdasarkan karakteristik masing-masing lokasi. Penanganan di persimpangan belum tentu sama dengan penanganan pada ruas jalan yang padat karena aktivitas di tepi jalan.

Cara Memantau Kemacetan Sebelum Berangkat

Masyarakat dapat memanfaatkan sistem pemantauan lalu lintas berbasis CCTV yang disediakan Dinas Perhubungan Kota Medan melalui sistem Intelligent Transport System (ITS).

Layanan tersebut memungkinkan masyarakat melihat kondisi sejumlah titik pemantauan, termasuk Simpang Lapangan Merdeka, Simpang Lonsum, Simpang Kesawan, dan Simpang Waspada.

Informasi visual ini dapat membantu pengguna jalan memperoleh gambaran kondisi lalu lintas sebelum berangkat. Namun, keadaan di lokasi lain pada rute yang sama tetap perlu diperhatikan karena kepadatan dapat berubah dalam waktu singkat.

Pengendara juga dapat mempertimbangkan waktu perjalanan, mematuhi rambu lalu lintas, dan menghindari berhenti sembarangan di badan jalan yang berpotensi mengganggu arus kendaraan.

Kemacetan Medan Perlu Dilihat Berdasarkan Data

Pemetaan kemacetan membantu menunjukkan lokasi dan waktu ketika arus kendaraan mengalami tekanan tinggi. Namun, kondisi lalu lintas dapat berubah mengikuti aktivitas masyarakat dan situasi di jalan.

Penelitian mengenai Jalan Jamin Ginting–Dr. Mansyur memberikan gambaran mengenai kemacetan pada pagi hari kerja. Sementara itu, pemberitaan mengenai Simpang Pos serta pengaturan lalu lintas di jalan utama menunjukkan bahwa aktivitas kendaraan dan kegiatan masyarakat juga perlu diperhatikan.

Untuk mengetahui titik kemacetan yang paling parah pada saat tertentu, diperlukan data pemantauan terbaru yang membandingkan volume kendaraan, kecepatan perjalanan, dan kondisi setiap ruas jalan pada waktu yang sama.

Dengan membaca data tersebut, masyarakat dapat memahami pola kemacetan Medan secara lebih utuh, sementara upaya penanganan dapat diarahkan sesuai persoalan di masing-masing lokasi.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Sempat Dibawa ke Polda Usai Aksi di Bundaran HI, 6 Aktivis Greenpeace Akhirnya Dibebaskan
Agnez Mo Kembali Dipanggil ke Pengadilan, Gugatan Kelima Ari Bias soal Lagu Bilang Saja Disidangkan
Aek Sipitu Dai Punya Tujuh Pancuran, Benarkah Setiap Sumber Airnya Berbeda Rasa?
Demo 20 Oktober 2026, Ini Tuntutan Mahasiswa di Momentum Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Rumah Adat Nias Dibangun Tahan Guncangan, Apa Rahasia Konstruksi Omo Sebua?
Pemerintah Belum Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Alasannya