Kamis, 01 Oktober 2026

Nilai Tukar Dolar AS Menuju Pelemahan Mingguan Terbesar vs Yen sejak Februari

Mhd Rabbani - Jumat, 01 Mei 2026 22:56 WIB
Nilai Tukar Dolar AS Menuju Pelemahan Mingguan Terbesar vs Yen sejak Februari
Nilai Tukar Dolar AS
Topikseru.com, Jakarta - Perkembangan nilai tukar dolar AS bergerak melemah terhadap yen Jepang dan berpotensi mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Februari. Setelah adanya dugaan intervensi dari otoritas Jepang untuk menopang mata uangnya. Melansir Reuters pada Jumat (1/5/2026), dolar tercatat melemah untuk hari kedua berturut-turut terhadap yen. [irp posts="41949" ] Pasar tetap waspada setelah pejabat mata uang Jepang, Atsushi Mimura menyatakan bahwa posisi spekulatif di pasar masih tinggi. Mencerminkan kekhawatiran otoritas terhadap pergerakan yen yang terlalu cepat. Dolar sempat turun dari kisaran 157,1 menjadi 155,49 yen sebelum kembali menguat tipis dan terakhir berada di level 156,62 yen. [irp posts="41946" ] Dua sumber yang mengetahui kebijakan tersebut menyebutkan bahwa pemerintah Jepang melakukan intervensi dengan membeli yen pada Kamis. Setelah mata uang tersebut melemah hingga 160,7 per dolar, level terendah sejak Juli 2024. "Daya tahan efek intervensi masih belum pasti. Secara historis, dampaknya cenderung memudar tanpa diiringi perubahan kebijakan, kenaikan suku bunga, atau koordinasi,” ujar Uto Shinohara, senior investment strategist di Mesirow Currency Management. Berdasarkan data Bank of Japan yang dirilis Jumat, otoritas diperkirakan menggelontorkan hingga 5,48 triliun yen Atau sekitar US$35 miliar untuk mendukung yen. Nilai ini sedikit di bawah intervensi pada Juli 2024 yang mencapai US$36,8 miliar. Yen sendiri berada di bawah tekanan akibat perbedaan suku bunga yang lebar antara Jepang dan Amerika Serikat. Pelemahan yen juga diperparah oleh kenaikan harga minyak yang dipicu konflik Iran, yang justru menopang penguatan dolar AS. Secara mingguan, dolar tercatat turun sekitar 1,7% terhadap yen, menjadi penurunan terbesar sejak awal Februari. Dari sisi kebijakan moneter, European Central Bank dan Bank of England memutuskan mempertahankan suku bunga. Mengikuti langkah sebelumnya dari Federal Reserve dan Bank of Japan. Namun, ECB dan BOJ mengisyaratkan potensi kenaikan suku bunga mulai Juni guna meredam tekanan inflasi akibat kenaikan biaya energi impor. Sementara itu, euro menguat 0,32% ke US$1,177 dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Pound sterling naik 0,25% ke US$1,1364 dan menuju penguatan selama lima pekan beruntun. Dolar AS juga melemah 0,27% terhadap franc Swiss dan bersiap mencatat penurunan mingguan kedua. Meski demikian, Shinohara menilai ruang penguatan yen masih terbatas. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan pada Juni sekitar dua pertiga. Sementara ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed semakin memudar. “Perbedaan kebijakan ini, ditambah sikap The Fed yang lebih hawkish, membatasi potensi penguatan yen secara berkelanjutan,” jelasnya.  

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS