Data Agustus 2026 menunjukkan sekitar 99,85 persen investor merupakan investor dalam negeri, sedangkan investor asing berada di kisaran 0,15 persen.
Dari sisi wilayah, Pulau Jawa menjadi pusat konsentrasi investor domestik dengan proporsi 64,76 persen. Sumatra berada di posisi berikutnya dengan 19,41 persen.
Baca Juga:
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan investor pasar modal belum tersebar secara merata antarwilayah.
Basis investor pasar modal mencakup berbagai instrumen, antara lain saham, reksa dana, surat berharga negara (SBN), dan instrumen pasar modal lainnya.
Karena itu, pertumbuhan SID perlu dibaca sebagai indikator meluasnya kepemilikan dan akses masyarakat terhadap ekosistem pasar modal secara keseluruhan.
Di sisi lain, jumlah investor saham sendiri merupakan bagian dari total investor pasar modal tersebut.
KSEI juga mencatat dan mengadministrasikan kepemilikan efek serta aset investor.
Azis mengatakan fungsi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan administrasi aset investor di pasar modal.
Dengan bertambahnya jumlah investor hingga lebih dari 31 juta SID, sistem administrasi dan infrastruktur pasar modal menjadi semakin penting untuk menopang pertumbuhan tersebut.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal mencapai 31,90 juta SID per akhir September 2026, naik dari sekitar 31,14 juta SID pada akhir Agustus.
Artinya, penambahan investor masih terjadi ketika memasuki kuartal terakhir 2026.
Fenomena tersebut memperlihatkan perubahan basis investor Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Pasar modal tidak lagi hanya menjadi ruang bagi investor bermodal besar, tetapi semakin banyak diakses masyarakat melalui layanan digital.
Namun, besarnya jumlah SID tidak serta-merta menggambarkan besarnya dana yang dimiliki setiap investor.
Data berdasarkan kelompok usia justru memperlihatkan adanya perbedaan cukup besar antara jumlah investor dan konsentrasi aset.
Dengan basis investor yang telah menembus puluhan juta SID, perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada bagaimana edukasi keuangan, akses digital, serta kualitas pemahaman risiko investasi berkembang di tengah masyarakat.