Sebelum hasil diumumkan, penting diketahui bahwa akses nilai secara langsung hanya diberikan kepada pihak sekolah. Sementara itu, siswa dapat melihat hasilnya setelah diinformasikan oleh sekolah masing-masing.
Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi Kemendikdasmen melalui @litbangdikbud pada Jumat (22/5/2026), pemerintah juga telah menjelaskan tata cara membaca hasil TKA beserta kategori penilaiannya.
Dalam proses penilaian, setiap mata uji akan dianalisis terlebih dahulu secara mendalam. Setelah itu, seluruh nilai digabungkan untuk menghasilkan skor akhir yang mencerminkan capaian akademik siswa.
Untuk jenjang SD dan SMP, rentang nilai menggunakan skala 0 hingga 100. Sementara itu, siswa SMA dan SMK menggunakan rentang nilai 200 sampai 800.
Melalui sistem tersebut, kemampuan akademik siswa dapat dipetakan berdasarkan hasil evaluasi dari setiap mata pelajaran yang diujikan.
Hasil penilaian TKA 2026 dibagi menjadi tiga kategori utama, yakni:
Selain tiga kategori tersebut, terdapat pula predikat istimewa bagi siswa yang memperoleh nilai sangat tinggi di seluruh mata uji.
Untuk jenjang SD dan SMP, predikat istimewa diberikan kepada siswa yang memperoleh nilai minimal 95,00 pada setiap mata uji.
Sementara itu, siswa SMA dan SMK harus mencapai nilai minimal 725,00 di setiap mata pelajaran yang diujikan untuk memperoleh predikat tersebut.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik tidak akan dicantumkan dalam ijazah siswa.
“Hasil TKA tidak akan tergantung dalam ijazah,” tulis akun resmi @litbangdikbud pada Rabu (14/5/2026).
Sebagai gantinya, nilai tersebut akan diterbitkan dalam bentuk Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) yang dibagikan secara resmi melalui sekolah.
Hasil TKA nantinya tidak hanya digunakan sebagai alat evaluasi kemampuan akademik siswa, tetapi juga memiliki sejumlah fungsi lain dalam sistem pendidikan.
Beberapa fungsi hasil TKA antara lain:
Melalui hasil tersebut, siswa dan sekolah dapat melihat sejauh mana kemampuan akademik yang telah dicapai selama proses pembelajaran berlangsung.
Dengan demikian, hasil TKA bukan sekadar angka penilaian, melainkan juga menjadi bagian dari pemetaan kualitas pendidikan dan pengembangan kemampuan siswa di masa mendatang.