Topikseru.com - Niat hati berolahraga sambil berkumpul bersama teman sebaya, sekumpulan anak anggota komunitas sepeda di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, justru menjadi korban kejahatan. Mereka diperdaya pria tak dikenal dengan dalih diajak membuat konten promosi parfum untuk platform media sosial TikTok.
Iming-iming honor senilai Rp 100 ribu per orang berakhir petaka setelah pelaku melarikan telepon seluler (HP) milik para korban dan sempat membawa kabur salah satu anak sebelum menurunkannya di kawasan Pasar Rumput, Manggarai.
Diiming-imingi Honor dan Diberi Kartu ATM Palsu
Peristiwa penipuan yang sempat viral di media sosial ini bermula saat rombongan pesepeda cilik tersebut melintas di sekitar kawasan BNI City, Sudirman, Tanah Abang pada Minggu (6/9/2026) pagi. Pelaku menghampiri korban dan menawarkan proyek pembuatan video promosi produk parfum.
Untuk meyakinkan korbannya, pelaku sempat memberikan kartu ATM yang diklaim berisi uang imbalan. Namun saat dicoba untuk penarikan tunai, kartu tersebut tidak dapat digunakan. Di tengah kelengahan para korban, pelaku langsung menggasak gawai milik anak-anak tersebut.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi bahwa kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas aksi modus penipuan iklan TikTok di Tanah Abang ini.
"Terkait laporan masyarakat adanya tindakan penipuan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal kepada anak-anak komunitas sepeda, tim Opsnal langsung bergerak di lapangan," ujar Dhimas dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Polisi Sisir CCTV Restoran hingga Stasiun MRT
Dalam upaya mengidentifikasi identitas dan jejak pelarian pelaku, jajaran Reskrim Polsek Metro Tanah Abang menyambangi salah satu restoran di Jalan Plaju Nomor 5, Kebon Melati. Petugas bermaksud memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.
Kendati demikian, proses penyelidikan awal sempat menemui kendala teknis. Rekaman kamera pengawas di restoran tersebut belum dapat diakses akibat gangguan sistem serta kendala kode sandi.
"Ternyata mengalami gangguan dengan kode password dan tidak bisa dibuka," kata Dhimas.
Tak berhenti di situ, penyidik memperluas perburuan dengan membidik rekaman CCTV di kawasan stasiun MRT terdekat guna memetakan rute pelarian pelaku usai membawa kabur gawai dan meninggalkan salah satu korban di kawasan Pasar Rumput.
Dua Korban Diperiksa, Laporan Model A Disiapkan
Guna memperkuat pembuktian hukum, polisi telah menghubungi korban bernama Amar untuk menerbitkan laporan polisi secara resmi. Petugas juga mendatangi kediaman korban lainnya bernama Kenzi untuk menggali rincian informasi serta ciri-ciri fisik pelaku.
Sebagai bentuk komitmen penanganan kasus, Polsek Metro Tanah Abang turut menyiapkan Laporan Polisi Model A agar proses perburuan pelaku dapat berjalan cepat dan terukur.
"Hingga kini, kami masih mendalami identitas pelaku dan menyusun kronologi lengkap kejadian demi menangkap pelaku," tegas Dhimas.
Berita Terkait