Rabu, 23 September 2026

Imbas Erupsi Anak Krakatau: 49 Penerbangan Kualanamu Dibatalkan, Bandara Beroperasi Normal

Muchlis - Selasa, 08 September 2026 08:05 WIB
Imbas Erupsi Anak Krakatau: 49 Penerbangan Kualanamu Dibatalkan, Bandara Beroperasi Normal
Penumpang menanti kejelasan jadwal di terminal Bandara Internasional Kualanamu akibat pembatalan rute menuju Jakarta dan Bandung.
Topikseru.com - Badai abu vulkanik imbas peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali memicu gangguan jadwal penerbangan udara dari Sumatera Utara. Sebanyak 49 jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, terpaksa dibatalkan pada Senin (7/9/2026). Meskipun puluhan jadwal rute terpaksa gugur, pihak pengelola memastikan bahwa fasilitas dan operasional utama Bandara Kualanamu masih berfungsi secara aman dan normal.

Dominasi Rute Jawa Terdampak dan Lima Maskapai Terdampak

Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, membeberkan bahwa pembatalan ini merupakan imbas langsung dari penutupan sementara tiga gerbang udara utama di Pulau Jawa, yakni Bandara Soekarno-Hatta (CGK) Banten, Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) Jakarta, serta Bandara Husein Sastranegara (BDO) Bandung. "Berdasarkan data sementara hari ini tercatat ada 49 penerbangan mengalami pembatalan," ujar Hikmat di Deli Serdang, Senin (7/9/2026). Rute yang terdampak pembatalan meliputi penerbangan pulang-pergi (PP) Kualanamu–Cengkareng, Kualanamu–Halim Perdanakusuma, serta Kualanamu–Bandung. Adapun lima maskapai penerbangan nasional yang terpaksa membatalkan operasinya mencakup Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Lion Air, Batik Air, dan Pelita Air. Fenomena penerbangan Kualanamu dibatalkan abu vulkanik ini merupakan kelanjutan dari eskalasi hari sebelumnya, Ahad (6/9/2026), di mana terdapat 51 rute yang disesuaikan serta satu penerbangan internasional rute Amsterdam–Cengkareng yang dialihkan pendaratannya (diverted) ke Kualanamu.

Koordinasi Ketat dan Imbauan Bagi Calon Penumpang

Hikmat menegaskan bahwa status pembatalan penerbangan ini bersifat dinamis dan sangat bergantung pada pergerakan arah abu vulkanik serta kebijakan teknis dari masing-masing maskapai. Guna menjamin keamanan di ruang udara, PT Angkasa Pura Aviasi terus menjalin komunikasi intensif dengan AirNav Indonesia, otoritas penerbangan regional, dan kementerian terkait. "Operasional penerbangan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada pengguna jasa bandara," tegas Hikmat. Guna menghindari penumpukan di area terminal, calon penumpang diimbau untuk selalu memeriksa pembaruan status tiket serta jadwal penerbangan secara berkala melalui saluran resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Super Air Jet Buka Rute Kualanamu–Bandung, Akses Konektivitas Terusan ke Bali Makin Mudah
Pencarian Jurnalis Hilang Masuk Hari Ketiga, 300 Personel dan 11 Kapal Dikerahkan
Basarnas Kerahkan Helikopter Dauphin Sisir Udara 8 Korban Hilang di Krakatau
DPR Minta Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dikerahkan Maksimal
Basarnas Banten Sisir Selat Sunda, Rombongan Jurnalis Krakatau Belum Ditemukan
Ruang Udara Aman, Penerbangan Kualanamu ke Jakarta dan Bandung Kembali Beroperasi