Topikseru.com, Tanjungbalai – Seorang guru perempuan berinisial AIK di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, bersama suaminya yang berinisial D, tengah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang siswa laki-laki.
Kasus tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah keluarga korban melaporkannya ke Polres Tanjungbalai. Dugaan peristiwa itu juga memicu reaksi warga yang mendatangi rumah pasangan tersebut sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan aparat kepolisian.
Sekretaris Desa setempat berinisial AAS membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang tenaga pendidik di wilayahnya. Menurutnya, kasus itu terungkap setelah korban mengalami keluhan kesehatan yang kemudian memicu keluarga menanyakan penyebabnya.
"Korban kemudian menceritakan kepada nenek angkatnya bahwa dirinya diduga mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh terduga pelaku," ujar AAS, Kamis (23/7/2026).
Berdasarkan pengakuan tersebut, keluarga korban selanjutnya melaporkan perkara itu kepada Polres Tanjungbalai agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
AAS mengatakan laporan tersebut telah disampaikan sekitar dua bulan lalu. Namun, menurut informasi yang diterimanya dari keluarga dan warga, mereka belum mengetahui perkembangan signifikan dari proses penanganan perkara.
"Sejauh yang kami ketahui dari keluarga korban, mereka masih menunggu perkembangan proses hukum. Warga juga melihat terduga masih beraktivitas seperti biasa sehingga memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat," katanya.
Situasi tersebut kemudian memicu kedatangan ratusan warga ke rumah pasangan yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Massa meminta aparat kepolisian segera memberikan kepastian hukum atas laporan yang telah diajukan keluarga korban.
Beruntung, aparat kepolisian segera tiba di lokasi dan mengamankan situasi sehingga tidak berkembang menjadi tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut, Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri membenarkan bahwa kedua terlapor masih menjalani pemeriksaan.
"Masih diperiksa," ujar Welman melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum menyampaikan secara rinci status hukum kedua terlapor maupun hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung.
Topikseru.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan terkait langkah yang akan diambil menyusul adanya dugaan kasus tersebut.
Sesuai ketentuan perlindungan anak dan Kode Etik Jurnalistik, identitas korban tidak dipublikasikan. Seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.