Topikseru.com, Deli Serdang — Sebuah rumah milik pasangan suami istri di Jalan Glugur Rimbun, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, diduga menjadi sasaran pelemparan bom molotov pada Kamis (23/7/2026) dini hari.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bagian jendela kamar rumah mengalami kerusakan akibat kobaran api yang sempat membesar.
Pemilik rumah, SP (54), mengatakan saat kejadian dirinya bersama suami dan anaknya sedang tertidur. Ia mengaku terbangun setelah mendengar suara kendaraan berhenti di depan rumah.
"Saya mendengar ada mobil berhenti di depan rumah. Tidak lama kemudian terdengar suara seperti botol pecah, lalu muncul kobaran api yang mengarah ke jendela kamar," ujar SP saat ditemui, Selasa (28/7/2026).
Melihat api mulai membesar, SP segera membangunkan suami dan anaknya untuk memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya.
"Kami langsung berusaha memadamkan api. Syukurlah api tidak sempat menjalar ke bagian rumah yang lain, tetapi kami masih merasa trauma dan ketakutan setelah kejadian itu," katanya.
SP menyebutkan rumah mereka sebelumnya juga pernah mengalami peristiwa serupa. Menurut pengakuannya, pada tahun lalu kaca jendela bagian depan rumah sempat terbakar setelah dilempar benda yang diduga bom molotov.
Meski demikian, ia menegaskan dugaan mengenai pelaku maupun motif kejadian tersebut masih bersifat perkiraan pribadi dan belum dapat dipastikan.
"Saya hanya berharap persoalan apa pun bisa diselesaikan dengan baik. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki kejadian ini," ujarnya.
SP juga menyampaikan bahwa anaknya, RY, sudah sekitar dua tahun tidak tinggal di rumah. Ia menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan persoalan utang piutang yang melibatkan anaknya, namun dugaan itu belum dapat dibuktikan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut-sebut terkait persoalan tersebut belum memberikan tanggapan dan belum berhasil dikonfirmasi oleh wartawan.
SP mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pancur Batu.
Kapolsek Pancur Batu, Kompol Junaidi, membenarkan bahwa laporan telah diterima dan kasusnya sedang dalam penyelidikan.
"Kasus dugaan pelemparan bom molotov itu masih dalam penyelidikan. Petugas sudah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi," kata Junaidi.
Menurutnya, polisi juga telah mengamankan beberapa barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk pecahan botol yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Selain itu, penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
Akibat kejadian itu, bagian jendela kamar rumah mengalami kerusakan dan meninggalkan bekas terbakar pada dinding di sekitarnya. Nilai kerugian material masih dalam pendataan pihak kepolisian.
Polisi menyatakan belum dapat menyimpulkan motif maupun identitas pelaku karena proses penyelidikan masih berlangsung.
"Kami masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi. Semua kemungkinan masih didalami," ujar Kapolsek.
Peristiwa ini sempat mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah tetangga disebut mendatangi lokasi setelah melihat kobaran api dan membantu memastikan api tidak merembet ke bagian rumah lainnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor untuk membantu proses pengungkapan kasus.