Topikseru.com,
Medan - Program ketahanan pangan yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan kembali menunjukkan hasil positif. Melalui pembinaan kemandirian berbasis pertanian, warga binaan berhasil memanen puluhan sayuran yang dibudidayakan di lahan produktif lingkungan lapas.
Pada kegiatan panen yang berlangsung Rabu (22/7/2026), warga binaan memetik hasil berupa 20 ikat kangkung dan 3 kilogram terong. Hasil tersebut merupakan bagian dari program pembinaan yang dirancang untuk membekali narapidana dengan keterampilan bercocok tanam sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Panen dilakukan bersama Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Medan, Prayoga Yulanda, beserta jajaran pembinaan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi pembinaan berkelanjutan yang mengombinasikan pelatihan keterampilan dengan pembentukan karakter warga binaan.
Menurut Prayoga, lahan pertanian yang dikelola di dalam lapas tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi media edukasi bagi warga binaan agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
"Hasil panen ini menjadi bukti komitmen Lapas Kelas I Medan dalam mengoptimalkan lahan pembinaan sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan, baik sebagai sarana edukasi maupun sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan," ujar Prayoga.
Dia menjelaskan, aktivitas budidaya tanaman dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Selama proses tersebut, warga binaan dilatih untuk menerapkan disiplin, tanggung jawab, serta membangun etos kerja melalui kegiatan produktif.
Selain menghasilkan sayuran yang dapat dimanfaatkan, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri warga binaan karena memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi ketika kembali ke tengah masyarakat.
Prayoga menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat berbagai program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi warga binaan agar proses reintegrasi sosial berjalan lebih optimal.
Melalui semangat Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat, Lapas Kelas I Medan berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berdampak nyata.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendukung program ketahanan pangan nasional, tetapi juga melahirkan warga binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif setelah bebas.
Berita Terkait