Topikseru.com, Medan - Warga Sumatera Utara diminta bersiap menghadapi perubahan cuaca pada Jumat (2/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Utara.
Bukan hanya hujan yang perlu diperhatikan. BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah kawasan yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Endah Paramita, mengatakan kondisi cuaca pada Jumat pagi secara umum diprakirakan berawan. Namun, hujan ringan berpotensi turun di sejumlah wilayah.
Baca Juga:
Memasuki siang hingga sore, cakupan hujan diprakirakan semakin meluas.
"Pada siang hingga sore hari masih diprakirakan hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Sumatera Utara," ujar Endah di Medan, Kamis (1/10/2026).
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Beberapa daerah bahkan berpotensi mendapatkan hujan dengan intensitas sedang, terutama Asahan, Labuhanbatu, Pakpak Bharat, kawasan Danau Toba dan sekitarnya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat yang beraktivitas pada malam hari perlu memperhatikan perkembangan cuaca, khususnya mereka yang tinggal di wilayah rawan genangan, banjir, maupun longsor.
Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah.
Wilayah yang perlu diperhatikan antara lain Humbang Hasundutan, Gunungsitoli, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Utara, Pakpak Bharat, Kabanjahe, Kabanbaru Tengah dan sekitarnya.
Dengan demikian, potensi hujan Sumatera Utara pada Jumat tidak hanya terjadi pada satu periode waktu, tetapi dapat muncul sejak pagi hingga malam dan kembali berlanjut pada dini hari.
Kelembapan udara diprakirakan cukup tinggi, yakni mencapai 79 hingga 100 persen.
Sementara itu, angin bertiup dari arah selatan hingga timur laut dengan kecepatan sekitar 4-12 kilometer per jam.
Kombinasi kondisi tersebut membuat cuaca di sejumlah wilayah Sumut berpotensi berubah dengan cepat.
Pasalnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di wilayah tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi.
"Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat, khususnya di wilayah lereng barat, lereng timur, pantai timur, dan pegunungan Sumatera Utara yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor," kata Endah.
Peringatan tersebut menjadi penting terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan kontur perbukitan atau kawasan yang memiliki riwayat banjir dan longsor.
BMKG sendiri dalam prakiraan awal Oktober masih mencatat adanya peluang hujan signifikan di kawasan Sumatera Utara, meskipun secara umum sebagian wilayah Indonesia berada dalam kondisi yang relatif kering.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Marpaung, mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Sumatera Utara pada periode 2-4 Oktober 2026.
Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi:
Prakiraan maritim BMKG juga menunjukkan kondisi angin dan gelombang di perairan Sumatera Utara dapat berubah sepanjang periode prakiraan.
Sementara di perairan Sumatera Utara bagian barat, angin diprakirakan bergerak dari timur hingga selatan dengan kecepatan 6-25 knot.
Kecepatan angin tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan sebelum nelayan maupun kapal melakukan pelayaran.
Nelayan Perahu Kecil Diminta Ekstra Waspada
BMKG mengingatkan nelayan yang menggunakan perahu kecil agar meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Sementara untuk kapal tongkang, kewaspadaan diperlukan ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.
Peringatan ini menjadi penting karena kondisi laut dapat berubah seiring peningkatan angin.
Nelayan dan operator kapal juga disarankan memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru sebelum berangkat serta selama berada di laut.
Masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor dapat meningkatkan kewaspadaan ketika hujan berlangsung dengan intensitas tinggi.
Sementara bagi masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna jasa transportasi laut, informasi cuaca maritim BMKG menjadi salah satu acuan penting sebelum melakukan aktivitas.
Pada akhirnya, prakiraan cuaca bukan berarti seluruh wilayah Sumatera Utara akan mengalami kondisi yang sama. Perubahan cuaca bersifat lokal sehingga masyarakat tetap perlu mengikuti pembaruan informasi BMKG secara berkala.